"Aku kehilangan, Aku terpias"
Figur itu bersahaja dan berkarakter, mengayomi pastinya. Bak lentera yang memberikan cahaya dalam gelap, memberikan kehangatan, dan cairkan suasana membeku. Begitu banyak momen bersejarah terukir, lewat jemari dan belaian lembut dari tangannya yang penuh kasih sayang tulus ciptakan generasi penerus yang cerdas, ikhlas, dan berkarakter.
Figur itu tak lagi pada posisinya, pergi. Cahaya itupun akan beranjak, akankah tetap kurasakan cahaya dan kehangatan itu nantinya? Akankah aku bisa bertahan di dunia yang baru kumasuki nantinya? Akankah kurasakan lagi momen-momen yang bersejarah yang baru terukir? Kecewa, sedih menggetarkan hati. Aku kehilangan, aku terpias...
by: Abhenk Gokil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar