Sabtu, 28 Januari 2017

Jean Kids Mak Peri


Kenal dengan dan dekat dengan Jean Kids kudu sabar, dan siap-siap diusilin gak siang gak malam. Ini siJean Kids rada apa-apalah, ketika usilnya kambuh tidak pilih kasih (pukul rata, adil dan bijaksana kali ya? Hihi) hanya manusia-manusia bermental super power yang bisa dan sanggup bertahan.
Salah satu kerjaan Jean Kids yok baca dibawah alkisah dibawah berikut, siapkan tisu ya. Sedihhh dan dramatis ini kisah! 

Hal konyol ketika mendengarkan kabar kurang bagus, tetapa ingin rasanya tertawa terbahak-bahak sampai kejang-kejang. Namun apalah daya sikon tidak mengizinkan, lagian ngeri jika sempat tertawa dilemparin batu lagi.  Beberapa hari lalu senang sekali melihat sepasang kekasih yang begitu telihat keren memposting poto berdua, yang laki-lakinya keren sangat srtylenya (modis) sempat berdecak kagum. Dasar aku usil langsung mengatakan itu siapa, kekasih hatinyakah? Hmmm... dengan semangat dan bercaya dirinya sahabat ini menjawab dengan tertawa begitu senangnya (mungkin dalam hatinya berkata: kerenan mana kekasihku dari pada lu kunyuk tengil? Kalah lu mah), Wkwkwk! Iya deh, akunya ngalah saja dari pada dilemparin batu. So ini orang senjata ampuhnya adalah batu, apa-apa pasti ahirnya akan ngancem dilemparin batu (bonyok). Telat bangun akan dilemparin batu, telat waktu sholat dan tidak sholat akan dilemparin batu, malas ngerjain tugas akan dilemparin batu. "Jago lai lakeh, Sholat lai lakeh, Buek tugas lai lakeh! Bae jo batu beko lai maleh-maleh!!!" (Bangun cepat, Sholat cepat, bikin tugas cepat, dilempar batu nanti malas-malas) Kalau diitung-itung mungkin itu batu sudah bisa untuk pondasi gedung bertingkat kali ya? Hehehe. Nah, singkat cerita setelah begitu senangnya mendapatkan Aplus dari saya mengatakan itu sahabat hebat dan keren mendapatkan lelaki keren dan gagah sebagai pendamping hidupnya sampai akhir hayat dan akan selalu bersama di syurga kelak (Aamiin).

Terkadang ini sahabat sempat jengkel dan marah-marah jika lagi sibuk diganguin ulah usilku. Ngerinya aku sempat dinobatkan sebagai JEAN KIDS (Anak jin, suka mengganggu) sadis dan sungguh terlalu. Tapi, saya cuek tidak ambil pusing. Peduli amatlah, yang menting aku senang, aku menang, aku bahagia berhasil ngusilin hingga yang diusilin geram hingga sekarat. "Abheeeeenk wak den sadang busy (sibuk) jan manggaduah. Pai siten jauh-jauh! (padahal di gangguin lewat chat, hihii). Manggaduah juo bae jo batu beko lai aa! dasar Jean Kids Lu" (Abhenk jangan mengganggu saya lagi sibuk, pergi sana jauh-jauh, menggangu lagi dilempar batu, dasar anak jin kamu). Kan? Lagi dan lagi batu sebagai senjata andalanya. Hohoho! Begitulah kira-kira bagian dari ancamannya. Kadang kalau sibuk sangat kasih tanda jempol, harus konek segera. Itu bartanda harga mati tidak boleh diganngu. Ya, dasar saya keras kepala tetap membangkang ngechat trus sampai akhirnya lenyap itu sahabat dari peredaran dunia maya. Entah nendang dinding, atau gigit bantal saking jengkelnya saya tidak tau. Kalau emang iya, emang gua pikirin, itu deritanya kali. Hahaha

Beberapa hari kemudian benar-benar lenyap dengan jangka waktu yang lumayan lama, lebih kurang 17 jam tidak ada tanda signal warna merah disalah satu akun sosial saya menyatakan ini sahabat tidak aktif. Eit! Tiba-tiba ada tanda merah di atas akun saya bahwa akunnya aktif. Langsung dikasih pertanyaan yang betubi-tubi. Jawabannya Lagi DiRS, saya kaget! Ternyata yang sakit lelaki keren sang kekasih hatinya. Kaget saya hanya sebentar, otak nyeleneh langsung beraksi dan ingin tertawa "miris juga ini orang jarang-jarang posting poto berdua, sempat posting dua hari yang lalu. Eeee gak taunya hari ketiga malah posting dengan tema dan backround yang bertolak belakang dari postingan awal" Wkwkwk. Saat diceritakan bahwa saya tertawa malah itu sahabat ikut tertawa cekikan dan berkata " Hihihi...! Iyo mah, indak bisa poto baduo doh..." ( Iya neh, tidak bisa poto berdua). Ciaaaannn! Hihii. Hufff...

Hahahahahah! (Jean Kids tertawa terbahak-bahak sambil nangkring dipuncak tower) Mak Peri...! Tulung turunin aku dhunkkkkk...!!! 😎

By: Abhenk Gokil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar