Seiring berjalannya waktu hari-kehari populeritasku (Artis Korea gagal ikut casting, Hahaha) semangkin memuncak kurang lebih setinggi tower yang tidak berdaun diseluruh jagat raya antah berantah. Saya merupakan seorang mahasiswa yang telat nyadar betapa pentingnya sebuah pendidikan. Namun dulunya tidak menghiraukan, sibuk dengan dunia yang aku sendiri tidak pernah tau dan mengerti dunia apa yang kujalanin tempo dulu. Pastinya selalu nongkrong dipinggir jalan, bila malam dipinggir jembatan dengan model rambut gondrong. Terkadang pengendara kendaraan sering kaget melihat dikirain gederowo, tapi setelah nereka berhenti malah merdecak kagum. Kagum dengan raut wajah ganteng dan teduh saya. Percaya diri begitu tinggi dengan postur tubuh ceking atau kurus kering dengan sebotol minum keras ditangan. Dibandingkan dengan keadaan sekarang sangatlah jauh berbeda, saat ini saya sendiri malah sering jengkel dan prustasi dengan lemak berlebih dibagian perut. Ah, buncit persis seperti buaya bunting. Hehehe!
Percaya diri tetap tinggi, bahkan menobatkan diri sendiri menjadi orang terkeren dilingkungan kampus tempatku kembali menimba ilmu meraih cita-cita yang tertunda, dan impian yang tercecer dijalanan yang mana tak seorang pun sudi memungutnya. Coba uang yang tercecer! Ijo itu mata orang-orang. Itulah kehidupan, kejam. Aku pun kuliah sebagaimana mahasiswa lain pada umumnya, pake baju, pake celana panjang (kalau boleh pake celana pendek akan dilakukan) lengkap dengan aksesoris pendukung style yaitu kaca mata bening sedikit lebar, rambut pun dikasih cat warna merah biar dikatakan kekinian. Tidak lupa memakai sepatu boat kesayanganku, wah lengkaplah sudah penampilan untuk memasuki gerbang kampus. Sepatu boat kulit ini tanpa saya sadar rupanya menjadi ciri khas tersendiri untuk anak-anak kampus menandaiku, pernah suatu hari mahasiswa baru kebingungan mencari tau namaku siapa, dia taunya "abang pake sebatu boat" miris juga sih hati ketika mahasiswa itu bertanya kepada salah satu teman "eh iya bang, abang yang selalu pake sepatu boat itu siapa ya namanya?"
"Oooo itu Abhenk namanya...!" Teman itu menjawab pertanyaan. Huhhhkk... kurang baca do'a ini mahasiswa baru, masak tidak tau dengan seorang Abhenk? Abhenk Gogil yang selalu eksis didunia nyata dan didunia maya...! Hahaha... sombong dan angkuh minta ampun!
Jam istirahat kuliah selalu nongkrong dikantin kampus sekedar minum kopi manis dan makan mie rebus atau mie goreng, pernah juga gak pesan apa-apa sama sekali kelupaan bawa dompet. Padahal dompet juga ndak ada isinya cuma lembaran kertas tanda bukti pembayaran uang kuliah tiap semesternya, benarnya duit sepersen pun tidak ada maklum mahasiswa perantauan uang sakunya telat nyampe. Udah abis belum pada waktunya kali. Hihihi!
Pernah suatu senja yang mulai temaram disebabkan sang mentari mulai beranjak keperaduannya. Saya dihardik oleh seorang lelaki yang belum kenal sama sekali, lelaki ini akan menjadi musuh bebuyutan kelaknya dalam celetoh-celoteh canda segar menurut saya sih. Kalau lelaki itu bukan urusan saya. Hahaa. "Woih! Obeng Cukil! Siapa sih panggilanmu, abhenk gokil apa obeng cukil?!?" Aku pun kaget, kulihat disebalah tempatku duduk menikmati setengah gelas kopi yang dibatasi oleh dinding papan setengah tiang berdiri seorang lelaki pertopi yang tidak lagi cerah warnanya, sudah muram semuram wajahku karena sebagian orang yang ada dikantin tertawa ketika lelaki itu dengan berani mendaur ulang abis nama kebesaran Abhenk Gokil menjadi Obeng Cukil, gerahamku mengatup menegang menahan geram. Geram semangkin menjadi dan memuncak seteleh melihat lelaki tersebut memakai alamater kampusku. "Njir ni bocah! Cari resek sepertinya ini, baru itungan hari nongol dikampus ini udah berani ini bocah. Ini pasti mahasiswa baru ini. Awas, gua caci maki lu ntar!" Berkata dalam hati, aku pun berdiri untuk melihat lebih jelas lagi siapa gerangan bocah bertopi muram tubuh terbalut almamater tersebut. Gilak! Malah cengar cengir tanpa ada rasa bersalah dengan wajah polos tanpa dosa ketika melihat aku berdiri kearahnya. Songong sangatlah tampangnya, ingin kusiram segera dengan sisa air kopi! Emosi memuncak ke ubun-ubun! Grrrrrkkk...! GERAM.
Setelah sosoknya terlihat begitu jelas, saya hanya merutuk dalam hati dengan miris "Busyet semprul aje gile..." ternyata itu sosok yang masih cengar cengir seperti sapi ompong abis ketelen biji karet si SINGGO LANGIT!!! Oh Tuhan!!! Ya, aku tau itu adalah sisonggo langit dedengkot karya tulis. Aku sering intip-intip karya-karya tangan bisulannya (wkwkwk) lewat website yang dikelolanya. Kalau ada tulisannya yang menarik dan aku suka ketika dianya mengshare diakun facebook dengan ikhlas tanpa basa-basi aku kasih jempol. Kalau tidak menarik menurutku, diabaikan saja, meduli amatlah. Hihihi. Aku pun mengahampirinya. Amarah telah lenyap, beruntung nyawanya terselamatkan oleh nama besarnya itu, adalah sebesar biji karet. Kita, puih! Kita? (Sok akrab) lalu bercerita ngalar ngidul sambil tertawa cekikan bahkan terbahak-bahak ketika ada banyolan yang lucu tanpa peduli dengan pengunjung kantin lainnya. Ternyata si dedengkot ini mempunyai selera humor yang tinggi dan mumpuni untuk dijadikan korban keusilanku nantinya. Hahahaha (tersenyum licik dalam hati). Aku pun dikasih lihat karya-karya tulis diwebsitenya secara langsung lewat laptopnya yang sudsh paruh baya, sudah tidak baru sih! Hehehe.
Entah setan mana yang merasuki simas Dedengkot Songgo Langit. Panggil mas karena senior dikampus yang belum selesai-selesai skripsinya. Nulis cerpen kisah hidupnya yang menoreh dan merobek hati rajin, skripsi gak kelar-kelar. Apa emang begitu sisi gelap seorang penulis kali? Ah, entahlah. Pusing juga mikirinnya, bukan urusan saya. Itu deritanya. Tau-tau tiada angin tiada hujan ditengah malam suntuk ngechat saya dan bertanya. Eh! Maap saya yang bertanya duluan ternyata. Hahahaa!
"Mas benaran ada tuh pelem? So ini seantero dunia maya udah tercengang loh mas. Hhhhh
Kalau gak ada pelemnya, modar lah kita diserbu fans mas. Xixixi" menanyakan tentang sebuah pelem sepasang kekasih yang cintanya tidak direstui kedua orang tuanya, film dipromosikan lewat akun facebooknya akan tayang dalam waktu dekat. Aktornya pemain pelem dia sendiri, aktrisnya sahabat wanita yang juga mahasiswi dikampusku. Dikampus sahabat ini lumayan populer jugalah, siapa yang tidak kenal dengan Eby? Hihihi. Pelem ini digarap atas kerja sama sahabat-sahabatnya mas songgo langit yang udah pada uzur. Hihihi!
Kemudian dengan entengnya simas Songgo Langit membalas dengan tertwa renyah "wk wk wk wk wk... kita buat". Apah! Nanti kita buat? Aku pun tepok jidat dan kejang-kejang....
😜...BERSAMBUNG...😜
By: Abhenk Gokil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar