Ibu cantik ini dirinya juga salah satu korban keusilanku, sosoknya ibu berparas ayu, cantik, lembut dan bersahaja, ramah, dan murah senyum. Usilku terhadapnya memang tidak separah korban lainya, namun tetap menjadi korban. Emang dasar saya! Hehehe. Awalnya tidaklah begitu dekat dan tidak berani sama sekali untuk dijadikan korban. Aku sangat menghormatinya sekaligus menjadi pengagumnya, kagum dengan sosoknya yang penuh keibuan. Pertama kali mulai kenal ketika dipanggil untuk segera menghadap keruangan kerjanya, "Abhenk bisa menghadap ibuk besok...?" Pintanya melalui sebuah kolom komentar diakun sosialku. Ibu ini tidak kalah eksisnya dengan diriku didunia maya, banyak yang menyukai setiap postingan-postingan kegiatan yang diupload ke akun sosial miliknya. Bahkan mengalahiku, memang update terus ini siibu, iri juga jadinya. Hehehe! "Bisa ibuk... besok abhenk akan menghadap ibuk...!" Balasku. Heran! Tiada angin tiada hujan disuruh mengahadap, pertanyaan bergelut dalam hati. Ada apa ya? Kok saya disuruh menghadap? Apa saya ada salah? Perasaan sangat tidaklah menjadi nyaman saat itu. Esok harinya, setelah jam istirahat kuliah aku akan menghadap. Tiba-tiba rasa takut menghantui, mau masuk nyali menjadi ciut. Bolak-balik akan menuju ruangan kerjanya, namun tidak pernah sampai. Saya berbalik lagi kebelakang. "Ah...! Gak usah saja menghadap, tapi kalau tidak menghadap takut dimarahin nantinya... gimana neh...???" Aku bingung sendiri. Wajah sudah pucat pasi dengan sedikit tubuh gemetaran, kenapa tidak? Karena ibu ini bukanlah sembarangan posisinya dikampus tempat Kuliahku. Semua orang kenal dan tau siapa dirinya. Coba lagi memberanikan mau menghadap, gagal lagi! Cuma sebatas pintu utama sebelum pintu masuk ruangan kerjanya. "Oh...Tuhan, beri aku kekuatan..." berdo'a dalam hati. Tetap tidak mempunyai nyali, rasa takut telah mengusai pola pikir sehatku. Kemudian akhirnya minta ditemani oleh seorang teman yang aku beri nama Aguih padahal nama Agus (seperti nama kalender saja nama lu Guih! Hihihi) "Guih, temani saya dong... disuruh menghadap oleh ibu itu keruangan kerjanya. Saya gak berani...!" Pasang wajah memelas agar Aguih berbaik hati mau menemani, "Ah! Males gue, pergi aja sendiri. Palingan di DO, makanya jangan ngeyel dan sok oke bikin status difacebook! Rasain....!" Jawab siAguih. Saya kaget! Benar juga kata siAguih ini, mungkin ibu itu marah atau gimana melihat beberapa statusku difacebook. Gawat darurat kalau begini ceritanya, "Ayolah Guih, temenin saya... temanin sampai pintu masuk saja jadilah..." semangkin takut dan memohon agar ditemanin "Gak mau, bukan urusan gue kali. Makanya difacebook jangan berteman dengan dosen. Udah tau bikin status sering asal-asalan berteman dengan dosen! Rasain. Hahahhahaha!" SiAguih tertawa melihat saya menjadi serba salah dan ketakutan.
Waktu istirahat pun hampir abis, semangkin panik! Ya, sudahlah. Temui saja siIbu, mau diapain nantinya pasrah dan terima saja kalau memang ada bikin salah... Pasrah sangat...! Lalu kembali mencoba menuju ruangan dimana ibu itu sedang ada didalam yang ada beberapa mahasiswa juga didalamnya. Entah apa urusannya tidak tahu, setelah mahasiswa itu keluar saya pun ucapkan salam dengan wajah yang masih pucat dan tubuh gemetaran, "Assalamu'alaikum ibuk... saya abhenk yang ibuk minta menghadapa kemaren...!" Sumpah, kikuk dan entah berasa dialam mana saya waktu itu. Takut! "Wa'alaikumsalam... Oh iya, silahkan duduk abhenk..." siIbu menjawab salam dengan senyuman ramah dan suaranya lembut terdengar. Rasa takut pun mulai berkurang. "Ada apa ibuk memanggil abhenk buk...?" Beranikan diri untuk memulai pembicaraan setelah duduk didepannya yang dibatasi meja kerja Ibu tersebut, "Hmmm... begini abhenk, ibuk kemaren melihat postingan slide vidio poto difacebook abhenk... jadi ibuk terinspirasi juga untuk dibikinkan slide vidio poto itu. Berhubungan masa jabatan ibu mau berakhir kalau bisa ambil poto-poto kegiatan ibuk mulai dari awal masa jabatan, potonya ada difacebook Univesitas. Bisakan abhenk bantu ibuk...?" Alhamdulillah... bernafas lega. Ternyata siibu meminta untuk menghadap hanya untuk agar dibantu membuat slide poto vidio ternyata! Hahaha! "Oh... bisa ibuk! Saya kira ibuk memanggil saya ada kesalahan...! Menjawab sambil senyum. "Tidak ada salah abhenk kok.. Oke! Ibuk tunggu hasilnya ya abhenk..." dan saya pun permisi keluar dengan hati plong! Selamat... Malamnya langsung dikerjakan, sayangnya signal hape seluler lagi tergaganggu jadi tidak bisa mengupload langsung kefacebook setelah pembuatan slide vidio poto permintaan siibu. Besok harinya baru bisa. Allhamdulillah diterima dengan senang oleh Ibu Wakil Rektor III Universitas temapatku kuliah.
Sejak itu komunikasi dengan ibu WR semangkin lancar, meski melalaui akun sosial. Bahkan aku dianjurkan untuk ikut aktif disalah satu UKM dikampusku. Sebelumnya juga diminta untuk membantu mendokumentasikan kegiatan kampus. Senang, memang hobi memotret momen-momen yang aku sukai. Tidak lama kemudian akupun mulai aktif di UKM, akupun diminta dan bertanggung jawab untuk mendokumentasi apa pun itu kegiatan mahasiswa dikampus. Mulai dari sinilah baik mahasiswa maupun dosen-dosen dikampus mulai mengenalku meski tidak semuanya. Berterima kasih sekali kepada ibu WR III yang telah membinaku untuk berperan aktif dikampus. Banyak ilmu yang aku dapatkan, salah satu menulis berita kegiatan kampus. Awalnya aku tidak bisa sama sekali, memang selain hobi memotret aku juga hobi menulis sebenarnya. Akan tetapi menulis berita itu beda dan tidak sama dengan tulisan lainnya, aku belajar membuatnya. Setelah selesai, aku minta ibu WR untuk melihatnya diblogku. Memang banyak salah dalam penulisan. Maka akan dibantu olehnya untuk mengedit ulang, aku pun tidak keberatan tulisanku diperbaiki. Malah senang, karena akan dimasukkan kewebsite kampus. Wah! Aku semangkin senang, bertambah lagi apabila semuanya sudah selesai dan telah masuk diwebsite kampus akan diberitahukan oleh ibu WR kepadaku "Abhenk, beritanya sudah ada diwebsite kampus tuh. Silahkan abhenk lihat...!" Betapa senangnya ketika membuka website dan melihat tulisanku dimuat dibagian kolom berita kampus. Aku pun semangkin semangat untuk belajar memperbaiki tulisan-tulisanku, "Iya ibuk, terima kasih ibuk. Senang sekal...!" Jawabku, "Iya... sama-sama abhenk... terima kasih..." Singkat jawabannya. Ya, singkat sangat. Ini juga yang kadang sempat membuatku sebel (hihihi, maaf ibuk), terkadang aku udah cerita panjang lebar kesana kemari lewat chat jawaban selalu singkat "okay, oke, ok, trimks, tq, o... ya, o...begitu ya... atau kasih gambar jempol, tersenyum..." Weleh! ini siibu hemat kosakata bangettttt...! Rutukku dalam hati, udah cepek-capek celoteh sana sani jawabannya cuma segitu doang? Huuuffff... lelah...! Ada juga dibalas panjang, cuma aku sudah terlanjur ngantuk dan tidur. Hehehe.
Usilku sama ibu ini ketika study tour setelah menyelesaikan KKN, saya bersama kawan-kawan seanggota KKN pergi kesatu daerah wisita, kita semuanya menginap di daerah tersebut yang kebetulan tempat menginap rumah orang tuanya. Gede banget rumahnya, sarat dengan unsur budaya. Aku suka menginap dirumah tersebut bersama kawan-kawan KKN. Pagi-paginya aku melihat ini ibu seadang asik berselfi ria dengan berberapa teman wanitaku, ada juga ibu pembina KKN. Mereka tidak menyadari diam-diam aku ikut mengambil poto mereka dari jauh, aku masuk kedalam mobil. Bermacam-macam pose dapat aku abadikan, aku pun tertawa ketika melihat ada pose yang lucu. Siangnya kami semua kembali pulang, sebelum pulang singgah dulu di kota pariwisata yang cukup dikenali masyrakat luas, baik lokal maupun internasional. Selfie bareng itu wajib! Setelah semuanya selesai akan kembali melanjutkan perjalanan menuju kota asal. Namun, aku tidak bisa ikut kembali bersama. Aku baru saja mendapatkan pesan bahwa harus segera kedaerah tempat kami study tour tadi. Aku pun tinggal sendirian, sedih juga rasanya melihat ibu WR dengan teman-teman lainnya pergi, aku lihat terus sampai mereka semua benar-benar lenyap dari pandanganku (sempat nangis, cengengnya kambuh. Usil tapi gampang nangis? Hehehe). Senja semangkin larut, sambil menunggu mobil jemputan aku kembali melihat hasil jepretan isengku. Aku kembali tersenyum-senyum sendiri melihatnya, lalu kurimin semuanya melalui kontak grup KKN yang mana ibu WR juga anggota grup setalah aku masukkan. Beberapa pose mereka yang lucu menurutku melayang layang menuju sasaran, tidak lupa aku tulis kata-kata usil sesuka hatiku. Hihihihi! Siibu yang potonya juga aku layangkan teriak-teriak digrup, "Abhenk... awas ya... poto yang jelek jangan diposting kegrup dong...!" Hahaha! Siibu panik sepertinya karena pose pose lucunya dilihat oleh anak-anak KKN yang ada digrup. Aku tidak peduli, makin menjadi-jadi malahan. Hahaha! Maafkan Abhenk Ibu Lefi Kurnia MakNdutBaikHatiSedunia... Hihihi!
Usilku tidak hanya sampai disitu, pada suatu hari aku iseng ngirimin poto keakunnya. Poto kaki yang diperban dan ditopang kayu. "Ibuk... kaki patah..." tidak lupa pasang gambar wajah sedih dan nangis (sok manja), capek nungguin balasan dari MakNdutCantikSedunia, berjam-jam baru dilihatnya. Aku tersenyum geli setelah chatku dibalas, "Kaki abhenk patah ya...?" Aku gak jawab segera, karena baru dapat warning dari Mak Peri (mak peri selau ada untukku, asyek) "Abhenk Mak Ndut itu tidak bisa dibecandain, kena apa-apa oleh mak ndut nanti tanggung sendiri ya...!" Begitulah kira-kira peringatan dari Mak Peri. Takut dan ngeri juga sempat Mak Ndut marah...! "Gak jadi patah kakinya ibuk, itu pura-puranya saja. Barusan abhenk dimarahin Mak Peri Ibu Jamilah MakRumpi..." Ngarang jawabanku, padahal Mak Peri hanya memperingatkan. Kemudian mak ndut kembali bals chat "Abhenk Ibuk lagi dirumah sakit sekarang, dirawat inap..." balasnya. Aku pun kaget, dan lupa istighafar "Waduhhhh... Ibuk sakit ya? Sakit apa Ibuknya???" Prihatin dan merasa bersalah becandaian orang yang lagi sakit, "Ada daging tumbuh dipunggung ibuk, besok mau dioperasi..." Aku pun bertambah kaget, lalu sibuk kasih tau kepada ibu-ibu lainnya bahwa MakNdutCantikSedunia sakit dan mau dioperasi. Paling aku desak itu untuk menjenguk adalah Mak Peri, Mak Peri pun patuh. Hahha! Namun siap itu malah berantem aku dengan Mak Peri "Bagusnya dibawain apa Mak Ndutmu Bhenk? Kue apa buah-buahan? Mak peri numpang saja sama abhenk ya...abhenkkan banyak duitnya..." Looool... mak peri ketawa. "Ogah, aku yang numpang saja sama mak peri. Aku kan masih bocah...!" Hahahha. "Ogah, pokonya mak peri numpang saja sama abhenk..." Weleh...ini si emak bandelnya kambuh sepertinya. Emang suka gitu tuh! Sebel...! "Oke... trus beli apa kita bagusnya ya?" Kata mak peri. "Beli Anggur saja mak...!" Jawabku... damai.
Esok harinya seteleah MakNdutCantikBaikHatiSedunia selesai operasai dengan lancar, Alhamdulillah... Tiba-tiba chat mak peri nongol, "Abhenk mak peri sudah bezuk ibu Lefi barusan bareng Ayah...! Giliran abhenk yang bezuk dengan rekan-rekan lainnya lagi ya...!" Aku protes "Loh? Kok mak peri pergi duluan? Katanya bareng...?" Ampuuuuun... mak peri usilnya juga lagi kumat malah kembali ngejawab "loooool..." ciri khas usilnya. "Yalah mak, abhenk besok saja bezuk mak ndutnya, abhenk tidak lagi dipadang sekarang. Tapi, temanin ya mak, abhenk tidak berani sendiri. Takut...! "Oke" kata mak peri. Sayangnya aku ketiduran, terbangun jam 2 siang, sementara jarak tempatku menuju padang lebih kurang 5 jaman. Bezuk mak ndut pun gagal. Maaf MakNdutBaikCantikSedunia. Mak Ndut memang baik hati dan penyabar. Beberapa hari kemudian mak ndut kembali beraksi didepan kamera disalah satu tempat wisata. Selain hobi poto mak ndut juga suka berwisata ketempat keren. Terlihat dipoto mak ndut tetap cantik, dan bersahaja meski baru sembuh dari sakit. Semangat terus MakNdutCantikBaikHatiSedunia, selalu diberikan kesehatan, dimudahkan segala urusan dunia dan akhirat, dibukakan selalu pintu rezeki, dan paling utama tetap dalam Lindungan Allah SWT sekeluarga, dan bahagia selalu. Aamiin...
"Ibu Lefi Kurnia MakNdutCantikBaikHatiSedunia The Best, Selalu diHat. I Love U Mom"
By: Abhenk Gokil

Tidak ada komentar:
Posting Komentar